(021) 294-61-292 info@daftartour.com

Liburan di Taman Nasional Gunung Rinjani

Jika Nusa Tenggara Timur memiliki Pulau Komodo sebagai destinasi wisata andalan, maka Nusa Tenggara Barat memiliki Taman Nasional Gunung Rinjani yang tidak kalah menarik. Kepulauan Nusa Tenggara terkenal dengan padang savananya. Seperti apa ya wisata andalan NTB ini? Yuk simak ulasan mengenai Taman Nasional Gunung Rinjani berikut ini.

Seluk Beluk Gunung Rinjani

Gunung Rinjani memiliki ketinggian mencapai 3.726 m, yang merupakan puncak tertinggi kedua di Indonesia. Dengan ketinggian seperti itu, membuat Gunung Rinjani tidak mudah untuk didaki. Namun jika berhasil mendakinya, maka pemandangan yang disuguhkan dapat membuat kelelahan sirna begitu saja.

Kata Rinjani sendiri sebenarnya bukan berasal dari bahasa setempat, namun berasal dari istila Jawa Kuno yang memiliki arti Tuhan. Gunung ini dipercaya merupakan pemegang kekuasaan wilayah cincin api yang erat kaitannya dengan spiritualitas Hindu.

Menurut informasi dari Dinas Pertambangan dan Energi provinsi NTB, ketinggian Gunung Rinjani pernah mencapai kira-kira 5000 mdpl, tapi itu dulu ketika zaman prakuarter (lebih dari 1,8 juta tahun lalu). Di masa pleistosen, terjadi aktivitas vulkanik pada gunung ini. Akibatnya, terjadi letusan Gunung Rinjani yang diiringi dengan melelehnya lava dari dalam gunung.

Letusan gunung ini membentuk suatu kaldera yang sebagian besar terisi air dan membentuk danau yang kemudian diberi nama Danau Segara Anak. Danau Segara Anak memiliki kedalaman hingga 230 meter, dan wilayahnya sangat luas, yakni sekitar 1100 Ha.

baca juga :

Kisah Mistis Danau Segara Anak Gunung Rinjani

Selain menyimpan keindahan, Danau Segara Anak juga memiliki kisah mistisnya sendiri. Konon, tempat ini digunakan sebagai tempat bermukimnya para jin. Maka tidak heran jika setiap tahun digelar upacara adat oleh masyarakat setempat. Bukan hanya masyarakat setempat, orang Hindu Bali juga turut menggelar upacara adat tersebut. Untuk Hindu Bali, upacara dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Selain itu, Warga Wetu Telu menganggap Danau Segara Anak ini suci dan rutin mendatangi tempat itu untuk berdoa di malam purnama.

Keunikan Taman Nasional Gunung Rinjai

Salah satu keunikan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, yaitu berada di zona transisi Garis Wallace. Jika Anda mengingat pelajaran geografi di sekolah dulu, Garis Wallace dan Garis Weber merupakan garis khayal yang sengaja dibuat untuk memetakan flora dan fauna di Indonesia. Karena berada di zona transisi, maka flora dan fauna khas Asia dengan flora dan fauna khas Australia bertemu di sini.

Waktu Paling Tepat Untuk Liburan ke Taman Nasional Gunung Rinjani

Untuk melakukan liburan ke Taman Nasional Gunung Rinjani, sebaiknya datang saat musim kemarau. Mengapa? Sebab aksesibilitasnya lebih mudah dan aman. Pada bulan Juni – Agustus, misalnya, Taman Nasional Gunung Rinjani ramai pengunjung. Seperti daerah pegunungan pada umumnya, suhu di sini berkisar antara 20 bahkan bisa mencapai 12!

Jika ingin mendaki, maka jalur yang baik untuk digunakan adalah Jalur Sembalun Lawang. Bisa juga menggunakan Jalur Senaru, yang memang lebih pendek namun juga lebih terjal. Desa Senaru sendiri berlokasi di Lombok Utara. Dari pusat kota Mataram, jaraknya sekitar 80 km. Di desa ini juga terdapat kantor RTC (Rinjani Track Center).

Anda yang berasal dari luar kota dapat menempuh jalur darat hingga udara untuk mencapai Taman Nasional Gunung Rinjani. Untuk menempuh jalur darat, Anda dapat menggunakan kendaaraan pribadi, tentunya. Namun jika Anda menggunakan moda transportasi umum, Anda harus menaiki kapal ferry (jika dari Jawa) menuju Gilimanuk, Bali. Setelah itu menuju terminal Ubung sampai Pelabuhan Padangbai.

Setelah itu menyeberang lagi menuju Pelabuhan Lembar, lanjut ke Terminal Mandalika, Mataram. Lalu ke Pasar Aikmel, kemudian ke Sembalun Lawang. Memang cukup panjang perjalanan melalui jalur darat, jika Anda ingin cepat maka bisa menggunakan jalur udara.

Jangan lupa persiapkan segala sesuatunya dengan matang sebelum liburan di Taman Nasional Gunung Rinjani. Mendaki itu berat, kamu nggak akan kuat kalau sendirian, lebih baik kita bersama-sama. See you!